Menikmati Kelapa Muda Di Pantai Padang Efek Bangun Kesiangan.

Padang (10/11) merupakan hari yang benar membuat aku tertawa kecil sendiri. Hehe.

Bayangkan ketika aku baru tidur sudah larut pagi,  jam berapa aku tidur saja aku tidak ingat lagi. Karena memang selepas aku balik dari Kota Pariaman, lalu langsung mengitari kota padang lagi. Dan paginya selesai mandi pagi, langsung mau starter mobil,  apa yang terjadi?  Ban kiri mobil aku ga ada angin lagi. Haha


Akhirnya aku buka ban mobilku dari sarangnya, hehe.  Lalu aku bawa ke tukang tambal ban. Lagi - lagi tukang tambal ban bilang bahwa ban tidak bocor,  tapi karena ada kotoran pasir saja di sela bagian luar ban mobil yang membuat angin ban tidak tersimpan maksimal.

Rencana aku memang mau balik kost malam itu. Sesuatu aku baca pada sebuah group wa,  bahwa ada ayahanda dari teman sekantor aku meninggal dunia. Dan aku putuskan untuk langsung cabut kerumah duka.

Selepas itu aku kembali ke kost, aku bangun kesiangan. Dan baru ingat aku harus mengantar temanku ke bandara. Akhirnya batal dech. Haha

Karena cuaca siang ini lumayan panas,  aku putuskan untuk mencari kelapa muda terlebih dahulu. Seorang pedagang kelapa muda berhasil aku temukan di sepanjang jalan samudera pantai padang.


Disini kelapa mudanya masih segar - segar lho teman - teman. Bayangkan saja aku langsung menghabiskan 2 (dua)  biji kelapa muda tanpa basa basi. Hehe


Karena hari ini memang hari terakhir tour de singkarak,  dan waktu zuhurpun sebentar lagi juga mau masuk. Aku putuskan untuk meninggalkan lokasi dan langsung ke cari masjid. Akhirnya aku putuskan Mesjid Raya Sumbar sebagai pilihan sholat zuhur siang ini. (joyun)

Tidak ada komentar

Cari